Kamis, 22 September 2016

Metode Pembelajara Ala Tiongkok. Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah : Perencanaan Pembelajaran. Dosen : Dr.Dirgantara Wicaksono, M.Pd

Metode Pembelajaran di Sekolah
A.  Jam Belajar Panjang
Durasi jam belajar setiap jenjang pendidikan di Tiongkok berbeda-beda. untuk
SD               : 06.30 – 15.00
SMP : 06.30 – 17.00
SMA : 06.30 – 19.00 dan di berikan kelas tambahan hingga 22.30
Dengan jam belajar yang berlangsung sepanjang hari, sekolah di Tiongkok termasuk kategori unggul di dunia.
Lalu, apa yang mendasari Tiongkok menerapkan jam belajar yang sangat panjang ? salah satunya adalah Tiongkok ingin melahirkan murid-murid yang berprestasi tingkat dunia. Dalam hal ini, orang tua murid turut memberi dukungan, terutama agar putra-putrinya berhasil masuk universitas terkemuka. Di Tiongkok hampir tidak mungkin dijumpai seorang anak SD yang bermain di luar rumah karena mereka sibuk mengerjakan tugas-tugas sekolah. Bahkan hari Sabtu yang lazimnya dimanfaatkan untuk bersantai tetap digunakan untuk belajar. Pada hari itu, mereka belajar bahasa Inggris atau memperdalam penguasaan mata pelajaran lainnya.
B.   Pengasramaan Peserta Didik
Keunggulan lainnya dari murid yang diasramakan adalah mempunyai waktu diskusi yang lebih banyak. Selain itu, para murid yang pernah tinggal di asrama biasanya juga mememiliki karakter berbeda dengan siswa biasanya. Pada umumnya mereka mampu bersikap toleran karena setiap waktu selalu hidup bersama dengan orang-orang yang memiliki beragam karakter. Mereka hidup di lingkungan yang sama dalam berbagai perbedaan. Kondisi ini menyebabkan mereka mampu menunjukkan toleransi lebih tinggi dari pada siswa-siswi yang tidak pernah hidup di dalam asrama.
Sekolah-sekolah yang mempunyai asrama untuk anak didiknya sangat diminati di Tiongkok. Karenanya, sekolah-sekolah berasrama sudah menjadi semacam tradisi, meskipun tidak semua memilikinya. Bahkan, pada jenjang taman kanak-kanak sekalipun ada banyak sekolah yang juga mengasramakan murid-muridnya. TK- TK  berasrama juga diminati masyarakat. Meskipun belum ada data resmi mengenai jumlah TK berasrama di Tiongkok, jumlahnya diyakini sudah menembus angka ribuan. Tk berasrama tersebut terbesar di kota-kota besar, seperti Shanghai, Beijing dan masih banyak lagi. Anak-anak berusia mulai daari empat tahun tersebut bersekolah dan tinggal di asrama. Mereka tinggal di sana mulai senin pagi hingga Jum’at sore. Artinya hanya akhir pekan mereka berada di rumah.
Terkait fasilitas dan lingkungan yang serba mewah, salah satu asrama Tiongkok bahkan dinobatkan sebagai yang terbaik dunia. Sekolah tersebut berwarna Dulwich College Management Internasional (DCMI). Sekolah asrama ini mempunyai jaringan fasilitas pendidikan di Asia berdasarkan filsafat salah satu sekolah independen terkemuka di Inggris, Dulwich Internasional College, London. DCMI beroperasi di Tiongkok di kota Shanghai.
C.   Frekuensi Perkerjaan Rumah (PR) Tinggi
Pekerjaan rumah merupakan salah satu instrument yang banyak digunakan guru dalam pelajaran. Dengan perkerjaan rumah :
·         murid dapat terbantu untuk mengetahui , memiliki keterampilan, serta memahami hal-hal yang sedang mereka pelajari.
·         Melalui pemberian pekerjaan rumah, proses pencapaian tujuan pembelajaran diharapkan berjalan dua arah, yakni di sekolah dan rumah.
·         Dapat melatih anak untuk mengembangkan manajemen waktu.
·         Murid mulai belajar membagi waktu antara belajar dan bermain.
·         Mereka akan mampu menyelesaikan tugas-tugas sekolah sesuai jadwal.
·         Para siswa belajar melakukan apa pun secara mandiri. Karenanya, pekerjaan rumah juga mendorong sikap disiplin pada diri murid.
Tahukah anda bahwa murid Tiongkok mendapatkan lebih banyak PR daripada sekolah-sekolah lain di dunia? Para guru di Tiongkok memang sengaja memberikan PR yang begitu banyak kepada para siswa agar mereka lebih cepat memahami pelajaran dari seharusnya. Hal ini berdasarkan laporan terbaru dari organization for Economic Co-operation and Development (OECD) yang melakukan tes standart PISA (Programme for Internasional Student Assessment) terhadap Tiongkok dalam bidang baca tulis, berhitung, dan sains. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa murid-murid di Shanghai mempunyai peningkatan nilai dalam mata pelajaran matematika mereka hingga 17 poin dari setiap jam tambahan untuk mengerjakan tugas.
Pelajar di Tiongkok menghabiskan waktu rata-rata 8,6 jam sehari di kelas. Sementara itu, anak-anak Shanghai juga banyak menghabiskan waktu dalam mengerjakan tugas sekolah, yakni hingga 14 jam perminggu. Hal ini berbanding terbalik dengan pelajar di Indonesia dimana mereka pda umumnya hanya menghabiskan sekitar 4,9 jam per minggu untuk mengerjakan tugas. Berangkat dari fakta ini, maka tidaklah heran jika kemudian diketahui bahwa kualitas akademik pelajar Shanghai sangat bagus.

D.   Budaya Tidur Siang di Sekolah

 Jika di Indonesia para siswa dilarang tidur didalam kelas, di Cina tidur siang di dalam kelas malah sudah jadi budaya beberapa sekolah dasar. Seperti sekolah dasar 1 Goaxin di Cina bagian barat, yang telah mewajibkan para siswa untuk tetap tidur siang didalam kelas setiap hari sekolah. Dan kegiatam tidur siang ini termasuk dalam kegiatan sekolah. Bila ada siswa yang takmau tidur siang, maka para gurupun akan mendorong mereka masuk kedalam kelas dan memerintahkannya untuk tidur siang.


Atukah anda bahwa murid-murid di Tiongok diperbolehkan tidur didalam kelas. Bahkan mereka juga dipersilahkan membawa selimut dan bantal agar dapat tidur dengan lebih nyaman dan nyenyak.
Tidur siang di sekolah-sekolah Tiongkok sudah menjadi budaya dan kewajiban yang harus dipenuhi setiap murid. Jika ada murid yang tidak melakukannya. Ia akan dinilai sama dengan melanggar peraturan sekolah. Dalam hal ini dapat diambil contoh Gaoxin Number 1 Primary School yang terletak di Xi’an, Tiongkok bagian barat. Di sekolah tersebut, murid-murid diwajibkan tidur siang di dalam kelas setiap hari. Bahkan, tidur siang ini termasuk dalam katagori kegiatan sekolah. Hal ini dibuktikan dengan sikap guru yang sangat tegas. Jika ada murid-murid yang tidak tidur siang, maka mereka akan didorong masuk kelas dan diperintahkan untuk segera tidur siang.
Para murid tidur dibangku sekolah atau meja masing-masing. Kegiatan yang diberi nama Wu Jiao ini biasanya berlangsung setelah jam makan siang dengan durasi selama setengah jam. Tidur siang di meja atau kursi bagi mereka sangat bermanfaat dapat membantu memulihkan tenaga setelah mereka mengikuti pelajaran sejak pagi. Tidur di siang hari adalah sebuah konsep umum yang sudah dipraktekkan sejak lama.
Kewajiban tidur siang bagi murid merupakan salah satu bentuk perhatian besar guru terhadap anak didiknya. Tidur siang bagi murid-murid di sekolah juga sangat penting karena dapat meningkatkan daya ingat otak. Anak-anak pada umumnya menghabiskan banyak waktu belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah hingga larut malam. Kondisi tersebut membuat tidur siang penting dilakukan karena dapat memulihkan kondisi otak hingga ke batas maksimal. Karenanya, tidur siang dapat bermanfaat memperbaiki daya ingat, tetapi juga meningkatkan kerja otak sehingga bisa menerima pelajaran secara maksimal. Para murid akan lebih mudah menghafal, menambah kreativitas setiap pelajaran sekaligus meningkatkan pemahaman mereka.
Hal ini dibuktikan melalui sebuh penelitian di NASA yang menunjukan bahwa tidur siang selama 30 menit dapat meningkatkan kemampuan kognitif sekitar 40%. Hal ini akan membuat orang yang tidur siang merasa lebih rileks, segar, serta focus. Tidur siang juga meningkatkan kemampuan motorik, keberanian mengambil keputusan, serta semangat dan dapat menurunkan kemungkinan penyakit jantung dan sters sebesar 30%.


A.  Penguasaan terhadap Materi, Konsep, dan Keterampilan.
Tiongkok tidak menggunakan konsep belajar dengan cara menghafal. Konsep menghafal disebut-sebut sebagai cara belajar yang kaku, begitu pun dimata guru. Hal ini disebabkan konsep belajar seperti ini hanya bertujuan untuk lulus ujian. Tiongkok menerapkan cara belajar dimana guru lebih menekankan pada penguasaan materi, konsep, dan keterampilan. Karenanya. Murid-murid di Tiongkok diajarkan dan diarahkan untuk memahami dan mengalami sesuatu yang sedang dipelajari. Dengan demikian, murid akan lebih mudah mencerna dan memahami materi pelajaran. Selain itu, murid-murid juga bisa menginternalisasikan pemahaman yang telah diperoleh.
Murid dengan konsep belajar menyeluruh – bukan hanya menghafal – memiliki nalar yang lebih bisa diandalkan karena selalu berpikir dan berlatih memahami materi. Mereka belajar memahami konsep, bagaimana hal itu bisa terjadi, mengapa, apa yang akan terjadi selanjutnya, dan sebagainya. Ini adalah cara berpikir yang sangat positif yang harus dikembangkan sekaligus memakan waktu cukup lama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar