Metode
Pembelajaran di Sekolah
A. Jam Belajar Panjang
Durasi jam belajar setiap jenjang pendidikan di Tiongkok
berbeda-beda. untuk
SD : 06.30 – 15.00
SMP : 06.30 – 17.00
SMA : 06.30 – 19.00 dan di berikan kelas tambahan hingga
22.30
Dengan jam belajar yang berlangsung sepanjang hari,
sekolah di Tiongkok termasuk kategori unggul di dunia.
Lalu, apa yang mendasari Tiongkok menerapkan jam belajar
yang sangat panjang ? salah satunya adalah Tiongkok ingin melahirkan
murid-murid yang berprestasi tingkat dunia. Dalam hal ini, orang tua murid
turut memberi dukungan, terutama agar putra-putrinya berhasil masuk universitas
terkemuka. Di Tiongkok
hampir tidak mungkin dijumpai seorang anak SD yang bermain di luar rumah karena
mereka sibuk mengerjakan tugas-tugas sekolah. Bahkan hari Sabtu yang lazimnya
dimanfaatkan untuk bersantai tetap digunakan untuk belajar. Pada hari itu,
mereka belajar bahasa Inggris atau memperdalam penguasaan mata pelajaran
lainnya.
B. Pengasramaan Peserta Didik
Keunggulan
lainnya dari murid yang diasramakan adalah mempunyai waktu diskusi yang lebih
banyak. Selain itu, para murid yang pernah tinggal di asrama biasanya juga
mememiliki karakter berbeda dengan siswa biasanya. Pada umumnya mereka mampu
bersikap toleran karena setiap waktu selalu hidup bersama dengan orang-orang
yang memiliki beragam karakter. Mereka hidup di lingkungan yang sama dalam
berbagai perbedaan. Kondisi ini menyebabkan mereka mampu menunjukkan toleransi
lebih tinggi dari pada siswa-siswi yang tidak pernah hidup di dalam asrama.
Sekolah-sekolah
yang mempunyai asrama untuk anak didiknya sangat diminati di Tiongkok.
Karenanya, sekolah-sekolah berasrama sudah menjadi semacam tradisi, meskipun
tidak semua memilikinya. Bahkan, pada jenjang taman kanak-kanak sekalipun ada
banyak sekolah yang juga mengasramakan murid-muridnya. TK- TK berasrama juga diminati masyarakat. Meskipun belum
ada data resmi mengenai jumlah TK berasrama di Tiongkok, jumlahnya diyakini
sudah menembus angka ribuan. Tk berasrama tersebut terbesar di kota-kota besar,
seperti Shanghai, Beijing dan masih banyak lagi. Anak-anak berusia mulai daari
empat tahun tersebut bersekolah dan tinggal di asrama. Mereka tinggal di sana
mulai senin pagi hingga Jum’at sore. Artinya hanya akhir pekan mereka berada di
rumah.
Terkait
fasilitas dan lingkungan yang serba mewah, salah satu asrama Tiongkok bahkan
dinobatkan sebagai yang terbaik dunia. Sekolah tersebut berwarna Dulwich
College Management Internasional (DCMI). Sekolah asrama ini mempunyai jaringan
fasilitas pendidikan di Asia berdasarkan filsafat salah satu sekolah independen
terkemuka di Inggris, Dulwich Internasional College, London. DCMI beroperasi di
Tiongkok di kota Shanghai.
C. Frekuensi Perkerjaan Rumah (PR) Tinggi
Pekerjaan
rumah merupakan salah satu instrument yang banyak digunakan guru dalam
pelajaran. Dengan perkerjaan rumah :
·
murid dapat terbantu untuk mengetahui , memiliki
keterampilan, serta memahami hal-hal yang sedang mereka pelajari.
·
Melalui pemberian pekerjaan rumah, proses
pencapaian tujuan pembelajaran diharapkan berjalan dua arah, yakni di sekolah
dan rumah.
·
Dapat melatih anak untuk mengembangkan
manajemen waktu.
·
Murid mulai belajar membagi waktu antara
belajar dan bermain.
·
Mereka akan mampu menyelesaikan tugas-tugas
sekolah sesuai jadwal.
·
Para siswa belajar melakukan apa pun secara
mandiri. Karenanya, pekerjaan rumah juga mendorong sikap disiplin pada diri
murid.
Tahukah
anda bahwa murid Tiongkok mendapatkan lebih banyak PR daripada sekolah-sekolah
lain di dunia? Para guru di Tiongkok memang sengaja memberikan PR yang begitu
banyak kepada para siswa agar mereka lebih cepat memahami pelajaran dari
seharusnya. Hal ini berdasarkan laporan terbaru dari organization for Economic
Co-operation and Development (OECD) yang melakukan tes standart PISA (Programme
for Internasional Student Assessment) terhadap Tiongkok dalam bidang baca
tulis, berhitung, dan sains. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa murid-murid
di Shanghai mempunyai peningkatan nilai dalam mata pelajaran matematika mereka
hingga 17 poin dari setiap jam tambahan untuk mengerjakan tugas.
Pelajar
di Tiongkok menghabiskan waktu rata-rata 8,6 jam sehari di kelas. Sementara
itu, anak-anak Shanghai juga banyak menghabiskan waktu dalam mengerjakan tugas
sekolah, yakni hingga 14 jam perminggu. Hal ini berbanding terbalik dengan
pelajar di Indonesia dimana mereka pda umumnya hanya menghabiskan sekitar 4,9
jam per minggu untuk mengerjakan tugas. Berangkat dari fakta ini, maka tidaklah
heran jika kemudian diketahui bahwa kualitas akademik pelajar Shanghai sangat
bagus.
D. Budaya Tidur Siang di Sekolah
Atukah
anda bahwa murid-murid di Tiongok diperbolehkan tidur didalam kelas. Bahkan
mereka juga dipersilahkan membawa selimut dan bantal agar dapat tidur dengan
lebih nyaman dan nyenyak.
Tidur
siang di sekolah-sekolah Tiongkok sudah menjadi budaya dan kewajiban yang harus
dipenuhi setiap murid. Jika ada murid yang tidak melakukannya. Ia akan dinilai
sama dengan melanggar peraturan sekolah. Dalam hal ini dapat diambil contoh
Gaoxin Number 1 Primary School yang terletak di Xi’an, Tiongkok bagian barat.
Di sekolah tersebut, murid-murid diwajibkan tidur siang di dalam kelas setiap
hari. Bahkan, tidur siang ini termasuk dalam katagori kegiatan sekolah. Hal ini
dibuktikan dengan sikap guru yang sangat tegas. Jika ada murid-murid yang tidak
tidur siang, maka mereka akan didorong masuk kelas dan diperintahkan untuk
segera tidur siang.
Para
murid tidur dibangku sekolah atau meja masing-masing. Kegiatan yang diberi nama
Wu Jiao ini biasanya berlangsung setelah jam makan siang dengan durasi selama
setengah jam. Tidur siang di meja atau kursi bagi mereka sangat bermanfaat
dapat membantu memulihkan tenaga setelah mereka mengikuti pelajaran sejak pagi.
Tidur di siang hari adalah sebuah konsep umum yang sudah dipraktekkan sejak
lama.
Kewajiban
tidur siang bagi murid merupakan salah satu bentuk perhatian besar guru
terhadap anak didiknya. Tidur siang bagi murid-murid di sekolah juga sangat
penting karena dapat meningkatkan daya ingat otak. Anak-anak pada umumnya
menghabiskan banyak waktu belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah hingga larut
malam. Kondisi tersebut membuat tidur siang penting dilakukan karena dapat
memulihkan kondisi otak hingga ke batas maksimal. Karenanya, tidur siang dapat
bermanfaat memperbaiki daya ingat, tetapi juga meningkatkan kerja otak sehingga
bisa menerima pelajaran secara maksimal. Para murid akan lebih mudah menghafal,
menambah kreativitas setiap pelajaran sekaligus meningkatkan pemahaman mereka.
Hal
ini dibuktikan melalui sebuh penelitian di NASA yang menunjukan bahwa tidur
siang selama 30 menit dapat meningkatkan kemampuan kognitif sekitar 40%. Hal
ini akan membuat orang yang tidur siang merasa lebih rileks, segar, serta
focus. Tidur siang juga meningkatkan kemampuan motorik, keberanian mengambil
keputusan, serta semangat dan dapat menurunkan kemungkinan penyakit jantung dan
sters sebesar 30%.
A. Penguasaan terhadap Materi, Konsep, dan
Keterampilan.
Tiongkok
tidak menggunakan konsep belajar dengan cara menghafal. Konsep menghafal
disebut-sebut sebagai cara belajar yang kaku, begitu pun dimata guru. Hal ini
disebabkan konsep belajar seperti ini hanya bertujuan untuk lulus ujian.
Tiongkok menerapkan cara belajar dimana guru lebih menekankan pada penguasaan
materi, konsep, dan keterampilan. Karenanya. Murid-murid di Tiongkok diajarkan
dan diarahkan untuk memahami dan mengalami sesuatu yang sedang dipelajari.
Dengan demikian, murid akan lebih mudah mencerna dan memahami materi pelajaran.
Selain itu, murid-murid juga bisa menginternalisasikan pemahaman yang telah
diperoleh.
Murid
dengan konsep belajar menyeluruh – bukan hanya menghafal – memiliki nalar yang
lebih bisa diandalkan karena selalu berpikir dan berlatih memahami materi.
Mereka belajar memahami konsep, bagaimana hal itu bisa terjadi, mengapa, apa
yang akan terjadi selanjutnya, dan sebagainya. Ini adalah cara berpikir yang
sangat positif yang harus dikembangkan sekaligus memakan waktu cukup lama.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar