Kamis, 10 November 2016

Rancangan Pembelajaran dengan Konsep Kurikulum KTSP atau Kurikulum 2013 untuk memenuhi tuagas mata Kuliah Dr.Dirgantara Wicaksono



RANCANGAN PEMBELAJARAN DENGAN KONSEP KURIKULUM KTSP ATAU KURIKULUM 2013 UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH : PERENCANAAN PEMEBELAJARAN : Dr. Dirgantara Wicaksono,M.Pd
MELLIA NUR FAUZIYAH
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

Abstract
Perubahan suatu kurikulum suatu hal biasa demi memperbaiki kualitas pendidikan suatu Negara. Sama halnya, untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional, salah satunya, dapat dilakukan dengan evaluasi dan memperbarui kurikulum pendidikan nasional. Evaluasi perlu dilakukan secara berkala sebagai upaya penilaian relevansi kurikulum dengan anak-anak dalam konteks tempat dan waktu yang terus menerus berubah secara dinamis Reformasi kurikulum KTSP menjadi  KURTILAS bertujuan agar pesrta didik menjadi cerdas, bermoral, berakhlak, kreatif, komunikatif, dan toleran dalam kehidupan beragama.

Keywords:  Konsep Kurikulum KTSP atau KURTILAS

BAB 1
PENDAHULUAN
Kurikulum merupakan penjabaran tujuan pendidikan yang menjadi landasan program pembelajaran. Proses pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan guru untuk mencapai tujuan dirumuskan dalam kurikulum.
Perubahan Kurikulum  KTSP 2006 ke K 2013 merupakan salah satu upaya untuk mempengaruhi setelah dilakukan evaluasi kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak bangsa. Inti K 2013 terletak pada upaya penyederhanaan dan sifatnya yang tematik-integratif. Seperti diungkapkan Amin Haedari (2013) bahwa K 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi tantangan masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan.
Titik berat kurikulum 2013 adalah bertujuan agar peserta didik atau siswa memiliki kemampuan yang lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya (wawancara), bernalar, dan mengkomunikasikan ( mempersentasikan) apa yang diperoleh atau diketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun pembelajaran dalam K 2013 berupa : fenomena alam, sosial, seni, dan budaya. Melalui pendekatan itu diharapkan peserta didik memiliki kompetensi sikap, akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif.  Sehingga nantinya diakhir zaman nya, memasuki masa depan yang lebih baik.
Tujuan dari penulisan artikel ilmiah ini agar kita mengetahi rancangan pembelajaran dengan konsep kurikulum KTSP dan Kurikulum 2013.

BAB II
PEMBAHASAN
A.     Kurikulum KTSP (2006)
Bertalian dengan urutan Departemen Pendidikan Nasional, di mana penyusun kurikulum didasar pada standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI) hasil rumusan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), maka sekolah/madrasah dapat menyusun kurikulum sendiri. Dalam hal ini, otonomi lebih besar diberikan kepada sekolah/ madrasah bertalian dengan pengembangan kurikulum, yang kemudian disebut KTSP.
Dikatakan Muhaimin et.al (2009: 2-5) bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan (sekolah/ madrasah). Sedangkan pemerintah pusat hanya memberi rambu-rambu yang perlu dirujuk dalam pengembangan kurikulum, yaitu :
1.      Undang-Undang No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2.      Peraturan Pemerintah No.19/2005 tentang  Standar  Pendidikan Nasional.
3.      Peraturan Mentri Pendidikan Nasional No.22/2006 tentang Standar Isi.
4.      Peraturan Mentri Pendidikan Nasional No. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk 24/2006 tentang dari kedua Peraturan Materi Nasional tersebut.
5.      Panduan dari BNSP (Badan Standar Nasional Pendidikan).
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang terbit pada 2006 merupakan penyempurnaan  kurikulum 2004 yang diwujudkan dalam standart kompetensi dan kompetensi dasar. Kurikulum KTSP diberlakukan secara bertahap pada tahun ajaran 2006 -2007, pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Berbeda dengan kurikulum sebelumnya KTSP disusun oleh satuan pendidikan masing-masing.
KTSP lebih fokus pada pengembangan seluruh kompetensi peserta didik. Mereka dibantu agar kompetensinya muncul dan berkembang secara maksimal. Menurut Muslich (op.cit:11) KTSP dikembangkan pada prinsip-prinsip, yaitu :
1)      Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta lingkungannya.
2)      Keberagaman dan terpadu.
3)      Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
4)      Relevan dengan kebutuhan kehidupan.
5)      Menyeluruh dan berkesinambungan.
6)      Belajar sepanjang hayat.
7)      Seimbang antara nasional dan kepentingan daerah
Berdasarkan Permendiknas No.22/2006 tentang Standar Isi, ,mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi yang dimaksud membuat kerangka dasar stuktur kurikulum khususnya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
B.     Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 dikembangkan setelah memperlihatkan berbagai gejala sosial yang muncul beserta antisipan kencendrungan –kecendrungan  ruangan yang akan muncul sebagai konsukuensi dari gejala yang ada.
Pembelajaran di Sekolah Dasar menggunakan pendekatan tematik terpadu untuk seluruh kelas, kelas satu hingga kelas enam. Hal ini berimplikasi menuntut semua guru kelas disekolah dasar memahami dan terampil membawakan pelajaran tematik.
Tema, sub tema, jejaring tema, materi, prosoes pembelajaran, beserta alat dan penilaiannya untuk tiap kelas sudah disiapkan oleh pemeritah dalam bentuk pegangan guru, guru tinggal mempelajarinya hingga memahami dengan benar. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan berorientasi pada siswa (student centered).
Pada umumnya perencanaan pembelajaran dalam konteks kurikulum 2013, khususnya untuk mempelajaran terpadu tematik tidak jauh berdeda dengan RPP yang telah ada sebelumnya. Perbedaan yang paling mencolok setelah adanya pencantuman KI di bagian awal RPP dan penggunaan pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran. Artinya dalam kegiatan inti pembelajran, menerapkan tahapan-tahapan pendekapan saintifik yang terdiri dari lima M. yang pada dasarnya merupakan pengembangan lebih jauh dari tahapan eksplorasi, elabirasi dan konfirmasi.
C.     Ada dua argumentasi pokok atas perlunya perubahan kurikulum 2006 (KTSP) menjadi kurikulum 2013, yakni :
1)      Internal, diantara nya :
a.       Konten kurikulum yang masih terlalu padat, ditunjukkan dengan banyak mata pelajaran dan banyak materi yang keluasan dan tingkat kesukarannya melampaui tingkat perkembangan usia anak.
b.      Belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional.
c.       Kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan, dan pengetahuan, beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan) belum terakomodai di dalam kurikulum
d.      Belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat local, nasional dan global.
e.       Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru.
f.       Standar penilaian belum mengarah pada penilaian berbasis kompetensi (proses)
g.       KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multi tafsir.
2)      Eksternal, arus globalisasi dan perkembangan pendidikan pada tingkat internasional. Arus globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan perniagaan tradisional menjadi masyarakat industry dan perdagangan modern. Seperti terlihat dari munculnya blok-blok organisasi perdagangan dunia, antara lain : World Trade Organization (WTO), ASEAN Community (MEA-2015), dan Asean Free Trade Area (AFTA) !

D.    Adapun kelemahan-kelemahan KTSP 2006 dilihat dari kondisi terkini dan kondisi ideal yang diharapkan dapat diterapkan dalam K2013, dalam Anonim, Diknas (2013:13), dapat dilihat pada table berikut :
Analisis kondisi Aktual (saat ini) kurikulum 2006 (KTSP) dan kondisi Idealnya Kurikulum 2013.
KONDISI SAAT INI
IDEALNYA
A.    Kompetensi Lulusan
·         Belum mencerminkan karakter mulia.
·         Keterampilan belum sesuai dengan kebutuhan.
·         Pengetahuan –pengetahuan lepas

Berkarakter mulia.

Keterampilan relevan.
Pengetahuan terkait.
B.     Materi Pelajaran
·         Belum relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan.
·         Beban belajar terlalu berat.
·         Terlalu luas, kurang mendalam.

Relevan dengan kebutuhan.

Materi essensial.
Sesuai dengan perkembangan anak.
C.     Proses Pembelajaran
·         Berpusat pada guru.
·         Sifat pembelajaran yang berpusat pada buku teks.

Berpusat pada anak didik.
Sifat pembelajaran adalah konteks buku teks memuat materi dan proses pembelajaran, sistem penilaian dan kompetensi yang diharapkan.

D.     Penilaian
·         Menekankan aspek kognitif .
·         Tes menjadi cara penilaian domain
Menekankan kepada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik secara proporsional.
Penilaian dengan tes dan portofolio secara seimbang.
E.      Pendidikan dan Tenaga Kependidikan
·         Memenuhi kompetensi profesi saja.
·         Focus pada ukuran kinerja PTK.
Memenuhi kompetensi profesi, pedagogic, sosial, dan personal.
Motivasi mengajar.

F.      Pengelolaan Kurikulum
·         Satuan pendidikan mempunyai kebebasan dalam pengelolaan kurikulum.

·         Masih terdapat kecendrungan satuan pendidikan menyusun kurikulum tanpa mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik dan potensi daerah.
·         Pemerintah hanya menyiapkan sampai standart isi.

Pemeritah pusat dan daerah mempunyai kendali kualitas dalam pelaksanaan kurikulum ditingkat satuan pendidikan.
Satuan pendidikan mampu menyusun kurikulum dengan mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik dan potensi daerah.

Pemerintah menyiapkan semua komponen kurikulum sampai buku teks dan pedoman pelaksanaannya.

BAB III
KESIMPULAN
Jadi, perubahan suatu kurikulum pada suatu Negara merupakan suatu hal yang normal sebagai respon positif-konseptual terhadap berbagai dilemma dan fenomena berbangsa ditengah pergaulannya dengan belahan dunia lainnya. Menginat, diera globalisasi ini suatu Negara hamper tidak terpisah bahkan semakin dekat, boardless-world, dengan bangsa lainnya, interaksipun tidak bisa dihindari.
Disinilah, agaknya kurikulum memang harus menyesuaikan dengan fenomena masyarakat yang dinamis dan senantiasa berubah. Suatu hal yang penting, setiap adanya kurikulum baru, seperti K 2013, diperlukan pentingnya keterlibatan semua elmen terkait dalam proses implementasi kurikulum tersebut secara maksimal. Jika hal ini demikian terjadi apapun bentuk substansi suatu kurikulum akan bernilai dan bermanfaat dalam mempersiapkan anak didik dan generasi muda yang siap menempuh kehidupan sesuai dengan zaman.

REFERENSI
Idi, Abdullah. (2014) Pengembangan Kurikulum Teori & Praktik. Jakarta : Rajawali Pers
Kurniawan, Deni (2014) Pembelajaran Terpadu Tematik. Bandung : Alfabet

Tidak ada komentar:

Posting Komentar